Pencari Karir Pencari Kandidat

Mengapa Perlu Menguasai Design Thinking Jika Ingin Sukses?

13 April 2021 11:04 4497 KALI DIBACA 0 KOMENTAR 21 KALI DIBAGIKAN

 

Bukan hanya pada bisnis, untuk sukses dalam hidup pun kita harus memiliki bentuk dan cara pikir (design thinking) yang benar. Ini karena pola pikir yang benar bisa menjadi dasar pengambilan keputusan yang tepat untuk mencapai sebuah tujuan.

 

Sama halnya jika bicara perihal bisnis. Design thinking menjadi hal dasar yang tampaknya harus dikuasai oleh para pelaku usaha. Konsep ini pun semakin berkembang ketika bisnis telah memasuki dunia bisnis digital. Lantas seperti apa peran design thinking mempengaruhi kesuksesan sebuah bisnis? Berikut ulasan selengkapnya.

 

Apa Itu Design Thinking?

 

Pola pikir atau design thinking adalah proses berulang dan tersusun yang digunakan tim untuk memahami pengguna, memahami asumsi yang berkembang, mendefinisikan ulang masalah, dan membuat solusi inovatif untuk pembuatan prototipe dan pengujian. Dalam prosesnya, ada lima tahap yang terlibat, yakni empati, definisi, ide, prototipe, dan pengujian. Kelima tahap tersebut paling berguna untuk mengatasi ambiguitas atau masalah yang tidak diketahui secara pasti jawabannya. 

 

Pada saat yang sama, proses ini memberikan pendekatan berbasis solusi untuk memecahkan masalah. Pemikiran desain berputar di sekitar minat yang kuat dalam mengembangkan pemahaman kita tentang desainer produk atau jasa. Ini membantu pelaku bisnis mengamati dan mengembangkan empati untuk pengguna target. 

 

Pola pikir ini dapat membantu kita dalam proses bertanya. Mempertanyakan asumsi dan mempertanyakan makna suatu produk atau bisnis dari kacamata pengguna yang ditargetkan. Pemikiran desain juga melibatkan eksperimen yang sedang berlangsung: membuat sketsa, membuat prototipe, menguji, dan bereksperimen dengan konsep dan ide.

 

Baca juga: Melihat Siapa Diri Kamu di Masa Depan

 

Tahapan Dalam Design Thinking

 

Dikutip dari Interaction Design Foundation, design thinking kini semakin berkembang dan memiliki proses yang lebih bervariasi yakni dari tiga hingga tujuh tahapan. Namun, tahapan yang berkembang tersebut tetap berpaku pada satu prinsip, yakni dengan cara berpikir yang pertama kali diperkenalkan oleh Herbert Simon, pemenang Hadian Nobel dalam The Sciences of the Artificial pada tahun 1969.

 

Adapun kelima fase cara pikir yang dipopulerkan oleh Hasso-Plattner dari Institute of Design Stanford adalah:

 

1.Empati

 

Tahap pertama dari proses design thinking adalah memiliki pemahaman yang berhubungan  tentang masalah yang Anda coba selesaikan. Ini melibatkan konsultasi ahli, mengamati, berpartisipasi dan bersimpati dengan orang lain untuk memahami pengalaman dan motivasi mereka. Ini penting sehingga Anda memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang masalah yang Anda khawatirkan untuk dapat menemukan jawaban dari masalah yang lebih relevan. 

 

Empati sangat penting untuk proses desain yang berpusat pada manusia seperti pemikiran desain. Empati memungkinkan kita mengesampingkan asumsi kita  tentang dunia untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang pengguna atau user dan kebutuhan mereka.

 

Menurut batasan waktu, sejumlah besar informasi akan dikumpulkan pada tahap ini untuk digunakan pada tahap berikutnya untuk lebih memahami pengguna, kebutuhan mereka, dan masalah lainnya yang belum terpecahkan dari pengembangan produk tertentu.

 

Baca juga: Cara Membangun Percaya Diri Dalam Karir

 

2. Identifikasi Masalah

 

Pada fase "identifikasi", Anda akan mengumpulkan informasi yang telah dibuat pada fase "empati". Di sini, Anda akan menganalisis dan mensintesis pengamatan Anda untuk menentukan masalah inti yang telah Anda dan tim identifikasi sejauh ini. Anda harus mencoba mendefinisikan masalah sebagai pernyataan masalah dengan cara yang berorientasi pada manusia.

 

Untuk mengilustrasikan masalah, daripada mendefinisikan masalah sesuai dengan kebutuhan Anda sendiri atau kebutuhan perusahaan, misalnya, "kita perlu meningkatkan pangsa pasar makanan kita di kalangan wanita muda sebesar 5%", lebih baik mendefinisikannya dengan cara yang lebih baik seperti "Gadis remaja perlu makan makanan bergizi agar sehat, berkembang dan tumbuh."

 

Fase "definisi" akan membantu para desainer dalam tim Anda mengumpulkan ide-ide bagus tentang fitur produk, fungsi, dan elemen lain sehingga mereka dapat memecahkan masalah. Pada tahap ini juga Anda akan mulai mengajukan pertanyaan dan membantu Anda menemukan solusi bru. Seperti misalnya "Bagaimana kami ... mendorong remaja putri untuk mengambil tindakan yang menguntungkan mereka, dan membiarkan mereka berpartisipasi dalam produk Perusahaan pengembangan atau layanan makanan?”.

 

Baca Juga: Membangun Citra Diri Positif

 

3. Menciptakan Ide 

 

Tahap 3 ini akan lebih tentang membuat konsep, tantangan asumsi dan menciptakan ide.

Memiliki pengetahuan latar belakang yang kuat tentang dua tahap pertama berarti Anda dapat mulai "berpikir di luar kotak", mencari cara alternatif untuk memecahkan masalah, dan mengidentifikasi solusi inovatif untuk pernyataan masalah. Brainstorming pada tahap ini sangat diperlukan untuk akhirnya mencapai satu ide tertentu untuk mencapai tujuan bersama.

 

4. Membuat Prototype

 

Fase selanjutnya adalah mulai membuat prototipe solusi. Ini adalah tahap percobaan yang tujuannya adalah untuk menentukan solusi terbaik untuk setiap masalah yang ditemukan. Tim Anda harus membuat beberapa versi produk yang murah dan diperkecil (atau fitur khusus yang disertakan dalam produk) untuk menyelidiki ide Anda. Ini mungkin hanya melibatkan pembuatan prototipe kertas.

 

Baca juga: 6 Hal yang Harus Kamu Pelajari di Umur 20-an

 

5.Pengujian

 

Fase terakhir adalah uji-coba solusi Anda. Para evaluator melakukan tes ketat pada prototipe. Meskipun ini adalah tahap akhir, pemikiran desain bersifat iteratif, yakni tim sering menggunakan hasil untuk mendefinisikan lebih lanjut satu atau lebih masalah. Oleh karena itu, Anda dapat kembali ke langkah sebelumnya untuk iterasi, perubahan, dan perbaikan lebih lanjut untuk mencari atau mengecualikan solusi lain.

 

Mengapa Design Thinking itu Penting Untuk Produk Digital?

 

Cara “berpikir diluar kotak” yang diterapkan dalam design thinking menjadi penting karena akhirnya dengan metode ini, para pelaku usaha bisa menemukan dan memiliki pola untuk memecahkan suatu masalah. Terlebih, di dunia bisnis yang semakin berkembang, pendekatan nilai-nilai design thinking ini terbukti mampu mengembangkan bisnis digital ternama seperti Google hingga Apple. 

 

Design thinking menjadi metode yang efektif untuk diterapkan pada bisnis digital yang penuh akan inovasi. Bahkan, menurut Profesor Darden, dari Universitas Harvard, sebagaimana dikutip Harvard Business Review, meskipun dirancang untuk membentuk pengalaman pelanggan, design thinking juga secara alami membentuk kembali pengalaman para inovator itu sendiri.

 

Di setiap tahapan dalam proses ini mulai dari menemukan pelanggan, membuat ide dan pengujian akan membawa bisnis digital ke era bisnis yang lebih terarah dan jelas melalui proses kolaborasi. Ini juga menjadi metode yang dinamis karena berdasarkan pada pola pikir manusia yang selalu berubah.

 

Selain tentang pola pikir yang baik, yuk temukan tips karier untuk karyawan agar semakin sukses di sini. Jangan lupa download aplikasi Top Karir atau kunjungi situs resminya di topkarir.com untuk mendapatkan pekerjaan impian. 

 

Artikel Terkait
Lihat Selengkapnya
Pilihan Bisnis Online Tanpa Modal yang Menjanjikan

Pilihan Bisnis Online Tanpa Modal yang Menjanjikan

Di era serba digital saat ini, keberadaan bisnis online semakin berkembang. Pilihan bisnis yang beragam dan modal yang relatif minim menjadi alasan banyak orang memilih bekerja dari layar digital.   Alasan lain banyak orang yang memilih berbisnis online diantaranya fleksibel, efisiensi biaya, dan peluang keuntungan yang besar. Wah, gimana nggak tergiur anak muda jaman sekarang untuk mulai belajar berbisnis?   Lewat jejaring online, kesempatan untuk mendapatkan klien/konsumen pastinya jadi lebih besar karena jangkauan yang sifatnya tidak terbatas. Kamu bisa mempromosikan produk jualanmu ke pasar yang lebih luas sesuai target yang kamu tetapkan.   Buat kamu yang tertarik mencoba bisnis online tapi masih terkendala modal, ada beberapa pilihan bisnis online tanpa modal yang bisa kamu coba.   1. Blogger Yang pertama ada blogger, usaha yang satu ini cocok banget buat kamu yang hobi nulis. Kamu bisa memulainya dengan membuat blog gratis untuk mempublikasi setiap tulisanmu. Saat blogmu semakin berkembang dan dikunjungi banyak pengguna internet, disitulah peluang bisnis terbuka.   Kamu bisa memasang iklan online lewat Google Adsense, menawarkan jasa review produk, atau penyematan backlink yang mengarahkan ke halaman web lain.   Mulailah dengan membangun karakter pada tulisan blogmu, tentukan topik yang akan kamu tulis, dan kamu mau dikenal sebagai penulis yang seperti apa? Travel, food reviewer, atau beauty. Mulai menulis dari hal-hal yang kamu suka.   2. Jasa pembuatan website Seiring tumbuh dan menjamurnya UMKM di Indonesia yang mulai peka akan pentingnya digitalisasi dalam sebuah bisnis jasa pembuatan website semakin dicari-cari.   Bisnis yang mau berkembang penting memiliki website, sebab website menjadi sarana untuk merepresentasikan perusahaan, mempromosikan sebuah merek, menjaring konsumen, sampai mengenalkan produk. Cobalah mulai dengan menjadi freelance website developer, kamu bisa menemukan klien di berbagai situs penyedia lowongan freelance. Atau membangun website khusus yang berisikan portofolio website yang pernah kamu buat.   3. Graphic designer Selanjutnya, bisnis online tanpa modal yang menjanjikan untuk kamu coba apa lagi kalau bukan graphic designer. Selain kerja di bawah perusahaan, kamu yang jago desain juga bisa membuka jasa desain untuk klien yang membutuhkan.   Sama halnya dengan website developer, kebutuhan akan konten visual/video semakin besar dikarenakan berkembangnya usaha-usaha kecil yang membutuhkan konten promosi. Seperti brosur, konten Instagram, foto produk, sampai video motion.   4. Tutor/guru online Kebijakan untuk mengurangi aktivitas keluar rumah selama pandemi membuat berbagai kegiatan harus dilakukan secara online, salah satunya yakni belajar.   Belajar sekarang bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun, nggak harus datang ke kelas atau ruang seminar. Ini merupakan peluang buat kamu yang punya passion mengajar untuk menjadi tutor/guru online.   Banyak orang yang membutuhkan peningkatan skill dan kelas tambahan untuk membantu mereka mengembangkan ilmu. Kamu bisa menjadi guru private online untuk anak sekolah, atau tutor pelatihan online.   5. Reseller Dan yang nggak kalah menjanjikan, bisnis online masa kini yang kita kenal dengan reseller. Reseller bisa diartikan sebagai kegiatan usaha dengan menjual kembali produk yang dibeli dari supplier tanpa harus menyetok barang.   Banyak banget kelebihan menjadi seorang reseller. Mulai dari caranya yang mudah, modal yang relatif kecil, bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun.   Banyak orang berbondong-bondong jadi reseller karena tergiur modal yang minim. Bahkan ada lho program reseller yang nggak membutuhkan modal sama sekali, yakni program reseller dari Evermos x TopKarir.   Selain tanpa modal kamu juga akan mendapatkan keuntungan lain nih, diantaranya Gratis biaya pendaftaran Pelatihan & tips berjualan Punya toko online sendiri Tersedia 12.000++ produk yang siap dijual Dibimbing sampai closing Nggak pusing urusan packing & pengiriman Komisi dan voucher diskon menarik   Yuk, nggak perlu mikirin modal buat punya usaha karena program reseller Evermos siap membantumu mengumpulkan keuntungan sebanyak-banyaknya!   Daftar sekarang di link berikut ini bit.ly/evermostopkarir
Komentar