Pencari Karir Pencari Kandidat

Job Seeker Wajib Tahu, Cover Letter Adalah Dokumen Penting untuk Melamar Kerja

15 April 2021 11:04 2244 KALI DIBACA 0 KOMENTAR 0 KALI DIBAGIKAN

Saat ingin melamar pekerjaan pasti kamu akan menyiapkan dokumen untuk diserahkan ke perusahaan, Salah satunya yaitu cover letter atau dalam bahasa Indonesia berarti surat lamaran. Secara singkat cover letter adalah surat pengantar yang kamu buat ketika melamar ke suatu pekerjaan.

 

Cover letter yang ditulis dengan baik adalah cara sempurna untuk membedakan diri kamu dari orang lain, belum lagi meyakinkan perekrut bahwa kamu adalah orang yang tepat untuk posisi tersebut. Untuk tahu info lebih lanjut mengenai cover letter simak artikel dibawah ini.

Definisi cover letter

Cover letter adalah dokumen yang kamu kirimkan bersamaan dengan CV-mu (biasanya sebagai sampul depan). Namun, ini berbeda dari CV daripada menulis tentang keterampilan dan pengalaman kamu, dalam cover letter secara khusus ditulis dengan pekerjaan yang kamu lamar.

 

Cover letter memungkinkan kamu untuk menonjolkan area atau skill tertentu yang akan membuatmu tepat untuk posisi tersebut. 

Yang harus disertakan dalam cover letter

Berikut beberapa hal penting yang harus kamu tulis untuk dibahas dalam surat lamaranmu:

  • Data pribadi kamu (misalnya nama, alamat, nomor telepon)
  • Nama manajer perekrutan (jika kamu memilikinya)
  • Di mana kamu menemukan lowongan
  • Mengapa kamu cocok untuk pekerjaan itu
  • Apa yang dapat kamu lakukan untuk perusahaan
  • Pernyataan penutup (termasuk berterima kasih kepada perekrut atas waktunya)

Mengapa cover letter penting?

Sederhananya, surat lamaran adalah cara termudah dan paling efektif untuk menonjolkan diri kamu. Hal ini akan memberikan nilai tambah ketika kamu melamar pekerjaan.

 

Perekrut akan belajar lebih banyak tentang kamu, kepribadian kamu, apa yang sebenarnya kamu inginkan dari pekerjaan itu dan mendapatkan wawasan tentang mengapa kamu melamar.

Karena CV kamu seharusnya pendek dan ringkas, surat lamaran adalah cara terbaik untuk menceritakan pencapaian kamu.

Bagaimana seharusnya format cover letter?

Sama seperti CV, tidak ada format yang pasti saat menulis surat lamaran. Namun, layout surat lamaran akan menunjukkan banyak hal tentang pendekatan kamu, dan perhatian kamu secara keseluruhan terhadap detail.

 

Untuk memastikan apa yang kamu tulis logis, langsung ke intinya dan mudah dibaca, berikut beberapa yang bisa kamu ikuti untuk menulis surat lamaran:

  • Jelas dan ringkas
  • Buat paragraf pendek dan langsung ke inti (tidak bertele-tele)
  • Dukung pernyataan apa pun yang kamu buat dengan fakta & angka
  • Pilih font profesional
  • Periksa ejaan dan tata bahasa
  • Gunakan template

Berapa panjang cover letter yang baik?

Sekitar setengah halaman A4 (maksimum satu halaman). Ingat ya cover letter harus sedikit lebih mendalam daripada CV kamu, tetapi tetap menarik dan langsung ke intinya. Perekrut tidak akan mau membaca seluruh kisah hidupmu.

Apakah penting saya memiliki cover letter?

Kamu harus selalu mengirimkan surat lamaran dengan CV-mu, tidak ada pengecualian. Hal ini bukan hanya menunjukkan bahwa kamu serius dengan pekerjaan yang kamu lamar, tetapi juga memberi kamu kesempatan untuk menyesuaikan lamaran kamu dengan peran tersebut.

 

Selain perihal membuat cover letter, dapatkan tips karir terbaik lainnya untuk bekal karirmu di sini. Temukan juga berbagai lowongan kerja yang lagi kamu cari di JatimCerdas.id.

Artikel Terkait
Lihat Selengkapnya
Cara Membuat Surat Perjanjian Kerja Sama dan Contohnya

Cara Membuat Surat Perjanjian Kerja Sama dan Contohnya

  Surat perjanjian kerjasama adalah surat klausul atau ketentuan khusus yang dibuat sebagai kesepakatan tertulis antara dua atau lebih pihak yang berhubungan. Perjanjian kerja sama atau yang juga dikenal dengan Memorandum of Understanding (MoU) berisi perihal hak dan kewajiban para pihak terkait yang telah disetujui bersama dan bersifat mengikat.   MoU atau surat perjanjian kerjasama memiliki fungsi sebagai bukti tertulis yang menjelaskan bahwa pihak bersangkutan yang tercantum dalam dokumen adalah pihak yang mampu memenuhi seluruh kewajiban yang ditetapkan.    Baca juga: Hindari 5 Kesalahan Fatal ini Saat Mengirim Email Lamaran Kerja   Secara umum, surat perjanjian akan memiliki fungsi sebagai bukti tertulis yang menjamin keamanan bagi semua pihak, berfungsi sebagai surat yang mendeskripsikan hak dan kewajiban, mengurangi risiko hingga sebagai acuan penyelesaian ketika terjadi masalah. Lantas bagaimana cara membuat surat perjanjian kerjasama? Berikut ulasannya lengkap dengan contoh.   Baca juga: Cara Membuat CV yang Bikin HRD Jatuh Hati   Jenis Surat Perjanjian Kerjasama atau MoU   Sebelum membuat surat perjanjian, Anda perlu tahu jenis dari MoU yang biasa digunakan, yaitu: Surat perjanjian autentik: surat ini biasanya dibuat, dihadiri, atau diketahui oleh pejabat pemerintah yang berperan sebagai saksi Surat perjanjian di bawah tangan: surat perjanjian dibuat tanpa menghadirkan saksi atau tanda bukti dari pemerintah.  Surat perjanjian kerjasama yang baik dan benar Surat perjanjian yang sah dan benar memiliki ciri-ciri sebagai berikut: Ada judul kontrak yang ditulis dengan singkat, jelas dan padat Identitas pihak yang bersangkutan dicantumkan dengan jelas Latar belakang perjanjian ditulis dengan jelas Jelaskan mekanisme penyelesaian masalah yang terjadi dalam sengketa Memiliki tanda tangan dari seluruh pihak yang terkait Surat perjanjian digandakan sesuai kebutuhan   Baca juga: 4 Tahap Menulis Email Pengajuan Magang   Contoh Surat Perjanjian Kerjasama   SURAT PERJANJIAN KERJASAMA   Yang bertanda tangan di bawah ini:   Nama:  Alamat:  Selanjutnya disebut sebagai pihak pertama   Nama:  Alamat :  Selanjutnya disebut sebagai pihak kedua   Untuk selanjutnya antara pihak pertama dan kedua memiliki perjanjian kerjasama dengan ketentuan sebagai berikut:   Pihak pertama menitipkan barangnya pada pihak kedua dengan sistem konsinyasi. Pihak kedua mendapatkan 10%dari omzet penjualan barang titipan pihak pertama.   Jumlah maksimal penitipan barang yang dilakukan pihak pertama kepada pihak kedua adalah 100 pieces untuk setiap desainnya.   Pendisdissian barang untuk area Bandung dan sekitarnya diatur oleh pihak kedua.   Pihak pertama akan membantu promosi pihak kedua, begitu juga sebaliknya.   Pihak kedua melaporkan hasil penjualan kepada pihak pertama setiap bulannya, di awal bulan berikutnya disertai dengan penyerahan laba sebesar 90%dari omzet penjualan barang di tangan pihak pertama kepada pihak kedua.   Demikian perjanjian kerjasama ini kami buat untuk menjadi ikatan di antara kami.   Segala hal yang belum termuat pada perjanjian ini, dibicarakan bersama antara pihak pertama dan pihak kedua untuk mencapai mufakat di kemudian hari dan otomatis menjadi addendum pada perjanjian ini.   Perjanjian ini Kami buat secara penuh kesadaran dan tanpa paksaan dari manapun.   Jika Terjadi perselisihan pada pelaksanaan perjanjian ini, maka kami sepakat menyelesaikannya dengan cara kekeluargaan dan musyawarah.   Namun, jika ada kesalahpahaman atau masalah yang terjadi selama proses berlangsung, maka kami sepakat menyelesaikan secara hukum   Jakarta, 26 Agustus 2021.   Pihak Pertama                                                                Pihak Kedua,   (nama jelas)                                                                            (nama jelas)   Hal yang perlu Anda perhatikan dalam membuat surat perjanjian kerjasama adalah perlu adanya tanda tangan di atas materai yang menjadi dasar aturan secara hukum. Surat perjanjian juga harus dibuat tanpa adanya paksaan apapun. Selain itu, isi surat perjanjian haruslah ditulis secara jelas dan mudah dimengerti. Selain itu, surat perjanjian kerjasama harus dibuat secara sadar dan patuh pada Undang-Undang.   Selain seputar surat perjanjian, temukan juga berbagai tips HRD lainnya di sini. 
Membuat To-do-list yang Menarik dan Efektif

Membuat To-do-list yang Menarik dan Efektif

Jika kamu merupakan seorang yang pelupa dan kurang produktif, mungkin sekarang saatnya kamu mencoba membuat To-do-list. To-do-list atau daftar yang harus Kamu lakukan bisa dibuat dalam jangka waktu harian, mingguan ataupun bulanan. Membuat daftar tugas yang perlu Kamu kerjakan sangat membantumu untuk fokus, percaya diri, dan pekerjaanmu jadi lebih mudah terlacak dan terorganisir. Untuk menjaga ke produktifan saat bekerja ada baiknya kamu membuat to-do-list untuk mengingatkanmu tentang pekerjaan apa yang harus Kamu lakukan. Untuk yang belum tau cara membuat to-do-list yang baik dan efektif, yuk simak tipsnya berikut ini!   Urutkan Berdasarkan Prioritas Urutkan tugas-tugas yang akan kamu tulis pada daftar pekerjaan secara berurut, mulai dari yang terpenting dan harus cepat selesai setelah itu baru tugas-tugas lainnya. Dengan mengurutkan tugas berdasarkan prioritas akan memudahkanmu mengerjakan pekerjaan yang harus segera diselesaikan.   Tuliskan Tugas dengan Spesifik Tuliskan tugasmu pada daftar tugas dengan jelas, tujuannya adalah untuk memudahkanmu. Perjelas tugas yang kamu tuliskan dengan target kapan kamu harus menyelesaikannya, alat bantu apa yang Kamu butuhkan, serta apa yang Kamu akan dapatkan jika berhasil menyelesaikan pekerjaan tersebut Sahabat TopKarir supaya Kamu semakin semangat.   Buat Menarik Kreatifitasmu juga bisa diasah saat membuat to-do-list, supaya lebih menarik buatlah to-do-list mu sesuai dengan keinginan. Mungkin Kamu bisa menuliskan jadwal tugas dengan tinta beraneka warna, atau mungkin tempelkan juga sticker-sticker karakter kesukaanmu. Tampilan yang menarik tidak akan membuatmu bosan untuk terus melihat dan juga menulis pada daftar tugas yang Kamu buat.   Semua bisa karena terbiasa, jika Kamu masih belum terbiasa menggunakan daftar tugas untuk membantumu tidak ada salahnya mencoba dan membuatnya secara rutin, sehingga lama-lama Kamu akan terbiasa. Yuk intip tips menarik seputar karir lainnya di www.topkarir.com. Semangat Sahabat TopKarir!
Komentar