Pencari Karir Pencari Kandidat

Jangan Buru-buru Resign Sebelum Punya Beberapa Hal Ini

22 Juni 2021 08:06 6836 KALI DIBACA 0 KOMENTAR 9 KALI DIBAGIKAN

Sering denger gak sih, banyak orang bilang kalau mau resign tunggu habis lebaran? Ternyata omongan ini nggak asal sebut aja lho, nyatanya memang banyak karyawan resign di momen pasca lebaran.

 

Ada beberapa alasan yang mendorong seseorang untuk resign sesaat setelah lebaran, nunggu THR cair, banyaknya lowongan kerja yang dibuka, biar bisa mudik ke kampung halaman, atau memang sudah nggak tahan lagi pengen resign sejak lama.

 

Setelah lebaran kemarin, kamu ada yang sudah niat resign atau bahkan sudah resign? Nah, kalau yang belum, jangan buru-buru, ada beberapa hal yang perlu kamu punya sebelum ketuk palu meninggalkan kantor.

 

Cari lowongan kerja ter-update di wilayah Bandung? Temukan di sini.

 

1. Punya alasan yang baik & profesional

Resign bukan suatu hal yang bisa diputuskan hanya dalam waktu semalam. Banyak pertimbangan dan alasan kuat yang sudah harus dipikirkan jauh-jauh hari.

 

Sebelum datang menemui atasan, pastinya kamu harus membawa alasan yang baik dan profesional untuk disampaikan. Biasanya alasan resign kerja dikarenakan faktor gaji, ketidaknyamanan, sampai konflik kantor.

 

Sampaikan pengajuan resign dengan baik, karena ini menyangkut profesionalitas dan jalan karir kamu kedepannya.

 

2. Punya dana darurat

Dilansir Kumparan, Perencana keuangan Mitra Rencana Edukasi (MRE), Andy Nugroho, adalah adanya dana darurat atau dana emergency. Berbeda dengan tabungan, dana darurat harus disimpan sendiri dengan rutin mensisihkan 10% dari gaji kita.

 

Nantinya dana darurat ini bisa berguna untuk memenuhi kebutuhanmu selama belum mendapatkan pekerjaan baru, atau sebagai modal usaha untuk memulai bisnis.

 

Jangan sampai dalam beberapa waktu kedepan finansialmu belum membaik karena belum ada sumber penghasilan baru dan harus dibantu anggota keluarga/kerabat untuk memenuhi biaya hidup.

 

3. Sumber penghasilan baru

Perlu diingat lagi nih, meninggalkan pekerjaanmu sekarang sama dengan meninggalkan penghasilan rutinmu. Karena itu, akan jauh lebih baik kalau kamu sudah punya rencana karir sebelum memutuskan resign.

 

Kalau mau berwirausaha, pastikan kamu tau apa rencana bisnismu mulai sekarang. Punya calon kantor baru yang sudah pasti, juga lebih baik.

 

Dilansir Kompas, Perekrut berlisensi Dawn Graham menemukan, kandidat yang masih bekerja punya peluang lebih besar mendapat panggilan wawancara.

 

Cari lowongan kerja ter-update di wilayah Bojonegoro? Temukan di sini.

 

4. Reputasi yang baik di tempat kerja sekarang

Seringkali ketika karyawan mau memutuskan untuk resign, performa kerjanya malah menurun. Bahkan nggak jarang karyawan yang lalai menjaga reputasinya.

 

Meskipun kamu mau pindah dari kantormu yang sekarang, tidak ada alasan untuk meninggalkan kesan buruk pada rekan maupun atasan. Jangan biarkan citramu tercoreng hanya karena kesalahan kecil.

 

Jaga produktivitas dan performamu sampai hari terakhir bekerja. Karena yang pasti, saat statusmu masih karyawan, kamu masih punya tanggung jawab menyelesaikan semua tugasmu dengan baik.

 

5. Pengalaman & skill baru

Bekerja merupakan perjalanan karir yang seharusnya kamu manfaatkan untuk mengambil banyak pelajaran di setiap tempat. Bahkan perusahaan yang dirasa kurang baik mempekerjakan karyawannya pun punya nilai positif yang bisa diambil.

 

Cari lowongan kerja ter-update di wilayah Karanganyar? Temukan di sini.

 

Perpindahan dari satu pekerjaan ke pekerjaan baru, harus membawamu ke level yang lebih tinggi, baik dari segi jabatan, penghasilan, atau lainnya. Karena itu diperlukan juga peningkatan skill dan pengalaman agar karirmu terus berkembang.

 

Ngomongin soal perkembangan karir, sudah sampai di titik mana karirmu sekarang? Pencapaian apa aja yang pernah kamu dapatkan?

Kalau merasa belum cukup dan jauh dari tujuan karir yang sudah kamu rencanakan sejak awal nggak perlu berkecil hati, karena setiap orang punya waktu dan jalan yang berbeda untuk mewujudkannya.

 

6 tahun sudah TopKarir menemani anak muda Indonesia dan terus berusaha mengembangkan fitur serta program penunjang karir, agar anak muda semakin dekat dengan mimpinya.

 

Kedepan, kami akan terus memaksimalkan diri memberikan pilihan fitur terbaik dengan melihat kebutuhan anak muda saat ini dan di masa mendatang. Terima kasih sudah setia bersama TopKarir untuk menemani perjalanan karirmu hingga sekarang. #Meng6apaiKarir

 

Artikel Terkait
Lihat Selengkapnya
Tips Menghadiri Panggilan Interview untuk Pertama Kali

Tips Menghadiri Panggilan Interview untuk Pertama Kali

Setelah mengirim lamaran ke sana sini, kabar baik akhirnya datang, lolos tahap seleksi berkas dan lanjut ke tahap interview. Bisa lolos ke tahap interview bukanlah hal yang mudah, selain harus bisa “menjual diri” di CV, kamu juga harus bersaing dengan banyak kandidat pencari kerja lain. Karena itu, tahap interview harus dilakukan dengan penuh persiapan.   Perasaan deg-degan pasti datang, terlebih buat kamu yang belum pernah melakukan interview kerja sebelumnya. Tapi jangan sampai rasa grogi malah membuat interview-mu berjalan kurang maksimal. Buat kamu yang baru pertama kali melamar kerja, ada tips-tips yang penting untuk kamu terapkan sebelum hari H interview, berikut ulasannya.   Lakukan riset dan pelajari lebih dalam tentang perusahaan Sebelum mendatangi interview, kamu perlu meluangkan waktu untuk meneliti budaya perusahaan dengan mencari tau melalui berbagai sumber seperti web, media sosial, atau orang yang kamu kenal pernah / sedang bekerja di perusahaan tersebut. Hal ini penting supaya kamu tau visi misi dan bisa menyesuaikan kebutuhan perusahaan dengan skill yang kamu punya.   Kamu juga perlu mempelajari detail pekerjaan dan tugas posisi yang kamu lamar, sehingga kamu jadi lebih menguasai dan percaya diri saat menjawab berbagai pertanyaan.    Kenali diri kamu lebih dalam Nggak cuma mempelajari perusahaan aja nih, kamu juga harus mengenal diri kamu lebih dalam lagi. Setelah tau tugas dan detail pekerjaan untuk posisi yang kamu lamar, tanyakan lagi pada diri kamu, apa jobdesk-nya sesuai dengan keahlianmu? Apa visi dan misi perusahaan sejalan dengan tujuan kamu? Semua harus diperhitungkan dengan baik.   Datang 30 menit lebih awal On-time memang baik, tapi saat tahap wawancara buang dulu pemikiran itu dan datang lebih awal dari jadwal yang diberikan. Persiapkan segala sesuatunya dari jauh hari mulai dari berkas kelengkapan, syarat, alat tulis sampai pakaian. Hal ini bertujuan agar saat hari H tiba, kamu nggak tergesa-gesa menyiapkan semuanya, yang memungkinkan kamu melupakan satu atau dua data wajib yang harus dibawa.   Datang lebih awal juga untuk mengantisipasi segala hal yang mungkin terjadi di jalan, seperti ban bocor, hujan, razia, tertinggal angkutan umum, dll. Jadi lebih baik menunggu di tempat interview, dibanding harus terlambat dan langsung mendapat penilaian yang kurang baik.  Attitude jadi poin penting Dibanding mengkhawatirkan kurangnya pengalaman profesional yang kamu miliki. Lebih baik fokus menunjukkan attitude yang baik, karena hal ini seringkali lebih diutamakan perusahaan. Penting untuk begitupun meninggalkan kesan yang baik di mata HRD, jadikan diri kamu lebih bernilai dengan menjunjung tinggi sikap positif dan kesopanan.   Perusahaan tidak hanya membutuhkan pekerja yang berkompetensi tapi juga memiliki attitude yang baik, antusiasme yang tinggi untuk belajar dan berkembang di perusahaan. Kamu bisa menceritakan semangat dan motivasi besarmu untuk bersama membawa perusahaan ke arah yang lebih baik, berkontribusi mencapai visi perusahaan atau ketertarikanmu pada produk dan perusahaan.   Nggak kalah penting, penampilan Saltum atau salah kostum bisa berakibat fatal saat sesi wawancara. Karena itu penting di awal untuk mempelajari budaya perusahaan atau perhatikan ketentuan berpakaian pada surat undangan interview. Karena beberapa perusahaan mengharuskan pelamar untuk memakai pakaian formal. Sebagian juga memperbolehkan pelamar untuk memakai pakaian kasual, seperti kebanyakan perusahaan startup atau posisi kerja di bidang kreatif.   Itu tadi lima tips menghadiri interview kerja untuk pertama kali. Sebagai tambahan, hindari rasa gugup dan cobalah berlatih terlebih dahulu agar lebih nyaman dan interview bisa berjalan lancar. Yuk baca tips-tips dan informasi karir lainnya di aplikasi TopKarir. Download aplikasinya gratis di Play Store dan App Store ya!  
Tips Mengatasi Gugup Saat Presentasi  Sesuai Dengan Tipe Kepribadian

Tips Mengatasi Gugup Saat Presentasi Sesuai Dengan Tipe Kepribadian

Presentasi merupakan hal yang akan kamu temui dalam pekerjaan, saat ingin dipromosikan jabatan ataupun memberikan ide seputar pekerjaanmu. Saat presentasi, terkadang kita merasa gugup ketika pertama kali berada di hadapan orang banyak. Hal ini cukup menganggu penampilan kamu saat presentasi. Namun, ada cara bagaimana mengatasinya berdasarkan karater kamu. Ini dia :   Tipe Penghindar   Kamu selalu berusaha untuk menghindari melakukan presentasi, meskipun kamu tahu sudah dipilih sebagai pembicara saat presentasi. Kamu akan merasa takut dan memiliki kegelisahan yang cukup berlebihan. Inilah solusi untuk tipe penghindar :   Memperluas pergaulan dan berkomunikasi pada banyak orang beragam karakter. Kamu bisa memperoleh pengalaman, dan teman yang beragam yang dapat mendorong kamu agar lebih percaya diri. Meminta masukan dari orang yang berpengalaman, terkait masalah yang sedang kamu hadapi. Kamu bisa meminta tips bagaimana agar percaya diri saat presentasi Cobalah untuk mengikuti seminar-seminar motivasi maupun pengembangan diri. Membaca banyak buku seputar motivasi dan cerita sukses dari tokoh inspiratif.   Tipe Panik   Kamu biasanya sering terlihat panik bahkan sebelum dimulainya presentasi atau saat penyampaian materi pada presentasi. Kamu menunjukkan kepanikan dari ekspresi kamu, jantungmu akan berdegup kencang dan menghilangkan segala persiapan yang telah kamu lakukan sebelum presentasi. Dan kamu selalu merasa tegang ketika presentasi, bagaimana mengatasinya?   Tenangkan pikiran kamu dan menarik nafas dengan ritme yang teratur sebelum tampil. Lakukan sesering mungkin untuk menurunkan kecepatan detak jantung kamu, dan hembuskan nafas sebanyak mungkin yang bisa dilakukan. Konsentrasi pada materi kamu yang akan disampaikan pada peserta, selalu fokus pada penyampaian kamu agar berlangsung dengan lancar dan baik. Melakukan gerakan ringan seperti, peregangan sendi, otot tangan dan leher. Agar kamu merasa rileks dan tidak panik. Gunakanan bahasa tubuh di setiap penyampaian materi.   Tipe Khawatir   Jika kamu sering merasa khawatir sebelum atau saat berlangsung nya presentasi, kamu bisa mengatasi hal tersebut. Biasanya kamu merasa khawatir pada segi materi atau pada hal yang sepele, dan merasa takut jika presentasi kamu menjadi kacau. Bahkan kamu sering khawatir pada penampilan kamu, bagaimana mengatasinya?   Lakukan persiapan materi presentasi dengan teliti, sambil mendengarkan musik yang membuat kamu tenang. Belajar memperbaiki pada kesalahan kecil yang timbul, seperti salah kata, ejaan dan sebagainya. Pelajari teknik presentasi mengenai penyampaian materi dan komunikasi pada saat presentasi. Bersikap terbuka dan meminta orang lain untuk berdiskusi mengenai materi presentasi.
Komentar