Pencari Karir Pencari Kandidat

Ini Cara Menjaga Nama Baik Sebagai Karyawan yang di Referensikan  

24 Maret 2021 20:03 5990 KALI DIBACA 0 KOMENTAR 2 KALI DIBAGIKAN

 

Dapat pekerjaan berdasarkan referensi dari keluarga,teman, maupun rekan kerja itu adalah anugerah buat kamu. Apalagi di jaman yang susah dalam mencari pekerjaan seperti ini. Untuk menjaga kualitas karyawannya perusahaan terkadang lebih mementingkan sistem referall. Sistem ini artinya perusahaan mencari karyawan baru berdasarkan saran dan rekomendasi dari karyawan internal, Untuk itu kamu sebagai karyawan yang direferensikan harus tahu cara menjaga nama baik. Sahabat TopKarir bisa memahami sekaligus mempraktekan cara dibawah ini ya. 

 

Bekerja Sesuai Standar

 

Sebagai karyawan yang direferensikan kamu sudah seharusnya bekerja sesuai standar. Kamu tidak boleh menggunakan kerabat mapun saudara yang memiliki kedudukan tinggi sebagai tameng dalam pekerjaan. Bekerja sesuai standar dan ikutilah arahan atasan kamu. Jaga nama baik saudara atau kerabat yang telah membantu kamu dalam mencarikan pekerjaan.

 

Tidak Bertingkah Seenaknya

 

Sabat TopKarir harus pandai menjaga diri jika sebagai karyawan yang direferensikan. Seperti contoh, kamu harus hadir tepat waktu dan berpakaian rapih. Hal ini dikarenakan kamu menjadi pusat perhatian orang banyak di tempat bekerja. Segala gerakan tingkah laku kamu akan selalu dipantau rekan kerja termasuk atasan kamu.

 

Hormat dan Santun dengan Rekan Kerja

 

Sikap hormat dan santun dengan rekan kerja adalah point yang utama. Kamu harus bisa menghargai rekan kerja kamu. Kamu sebagai karyawan baru tentunya membutuhkan mereka dalam mengasah keahlian yang kamu miliki. Mereka sudah pasti sumber ilmu yang berharga untuk kamu.

 

Selalu Menghargai Waktu

 

Kamu harus selalu menghargai waktu di saat bekerja. Kamu harus mengerti kapan waktunya menghabiskan waktu bersama gadget, dan kapan untuk bekerja. Kamu harus sadar perusahaan membayar gaji kamu tentunya mengharapkan imbal balik yang sesuai dengan kinerja kamu.

 

Nah, sudah gampang dapat pekerjaan jadi kamu jangan sia-siakan kepercayaan yang diberikan untuk kamu ya. Tetap terus semangat bekerja Sahabat TopKarir.

  

Artikel Terkait
Lihat Selengkapnya
Keuangan di 2021 Harus Lebih Baik, Begini Cara Mengaturnya

Keuangan di 2021 Harus Lebih Baik, Begini Cara Mengaturnya

Mengelola keuangan jadi salah satu problem besar sekaligus tantangan yang harus dihadapi banyak orang, khususnya generasi muda masa kini. Gimana nggak, godaan pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan makin menjadi-jadi di jaman yang serba praktis sekarang ini. Racun belanja online ada dimana-mana mulai dari review produk di Instagram, blog, sampai Tiktok. Cukup buka media sosial/e-commerce kita sudah bisa membeli apapun yang kita mau.   Tapi di tahun 2021 ini sudah seharusnya kita lebih cerdas mengatur keuangan, sebab kita masih hidup dalam ketidakpastian akibat pandemi covid-19 yang masih menghantui. Kondisi kesehatan dan finansial kapanpun bisa berubah, karenanya uang yang kita punya harus dikelola dengan baik untuk mengantisipasi keadaan buruk yang mungkin terjadi. Kamu pasti juga punya banyak harapan kan di 2020? Untuk mewujudkannya, beberapa juga butuh dukungan dana.   Sehat bukan cuma sekedar fisik, tapi kita juga harus sehat secara finansial. Mumpung masih muda, kita biasakan mengatur keuangan dengan bijak. Bukankah kita mau masa depan yang cerah, mapan, dan merdeka secara finansial? Nah, untuk memulainya ada beberapa catatan untuk mulai mengatur keuangan di awal tahun baru ini.   Tetapkan tujuan finansialmu Hal pertama yang perlu dilakukan adalah menuliskan tujuan keuanganmu dengan jelas dan terukur, sertakan jumlah uang yang ditargetkan beserta jangka waktunya. Selanjutnya jumlah uang yang ditargetkan dibagi dengan jumlah bulan yang tersisa, supaya kamu tahu berapa target bulanannya.   Atau buat dua tujuan finansial yang terdiri dari satu tujuan yang tidak terlalu penting dan satu tujuan penting. Tujuan yang tidak terlalu penting misalnya traveling, tujuan yang penting bisa berupa dana darurat, membeli rumah, dana pensiun, atau proteksi kesehatan. Bisa senang-senang tapi aset masa depan juga nggak dilupakan.   Bedakan antara kebutuhan dan keinginan Hal lain yang harus dilakukan dalam mengatur keuangan adalah membedakan antara kebutuhan (need) dan keinginan (wants). Meski terdengar sama, tapi sebenarnya kedua hal ini sangat berbeda dan berpengaruh besar terhadap pengeluaran kamu nantinya. Ada tiga perbedaan mendasar antara kebutuhan dan keinginan : Kebutuhan itu sifatnya wajib dipenuhi, sedangkan keinginan tidak. Kebutuhan bersifat tidak bisa ditunda, sedangkan keinginan masih bisa. Kebutuhan dorongannya logis, sedangkan keinginan dorongannya emosional. Sebagai contoh, makan merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi, sifatnya akan berubah menjadi keinginan jika aktivitas makan itu sendiri harus dilakukan ketika perut sudah kenyang alias lapar mata aja.   Catat semua pengeluaran dan pemasukan Kita juga perlu menghitung berapa besar uang yang dikeluarkan setiap bulan. Saat menghitung pengeluaran bulanan, hitung pengeluaran rutin (seperti belanja kebutuhan, uang makan harian, uang transportasi, uang pulsa, cicilan hutang, dll.) juga pengeluaran non-rutin seperti biaya dokter dan hiburan. Nah kalau masih bingung, untuk tahu secara persis berapa pengeluaran bulanan akan lebih mudah jika selama 3-6 bulan awal kita melakukan aktivitas pencatatan setiap ada pemasukan dan pengeluaran.   Persiapkan dana darurat Dana darurat adalah sejumlah uang yang disimpan untuk keperluan darurat seperti kehilangan pekerjaan, bisnis yang menurun, keluarga yang sakit, kecelakaan atau menjadi korban pencurian. Sisihkan 20 sampai 30 persen pendapatan kamu untuk dana darurat.   Pilih instrumen yang mudah dicairkan dan rendah risiko seperti tabungan, deposito, emas atau reksadana pasar uang untuk menyimpan kas dana darurat. Idealnya kamu harus punya dana darurat sebesar 5 sampai 6 kali pengeluaran rutin bulanan. Dana darurat akan membantu kamu agar keuangan bulanan tidak terganggu (terdampak) oleh keadaan mendesak, karena sebelumnya kamu sudah menyediakan alokasi khusus.   Itu tadi beberapa poin yang perlu kamu ikuti untuk mulai mengatur keuangan dengan baik di awal tahun ini. Gimana? Sudah punya target untuk karir yang lebih mapan di tahun 2021 ini? Kamu bisa mulai meng-upgrade diri dengan mengikuti pelatihan online di TopEdu. Jadi talenta unggul dengan melengkapi skill dan kompetensi di era adaptasi sekarang ini. Yuk mulai pelatihan online-mu di sini!
Komentar