Pencari Karir Pencari Kandidat

Strategi Mempekerjakan Karyawan Freelance

24 Maret 2021 20:03 5670 KALI DIBACA 0 KOMENTAR 2 KALI DIBAGIKAN

Dunia kerja sudah mengalami perkembangan seiring dengan teknologi digital yang berpengaruh pada fleksibilitas kerja baik tempat maupun waktu. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), pada Mei 2019 basis angkatan kerja di Indonesia terhitung sebanyak 136,18 juta orang. Dari angka tersebut majalah Tempo memperkirakan pekerja freelance mengambil porsi sebanyak 4,55 % atau sekitar 5, 89 juta orang.

 

Data tersebut menunjukkan kalau pekerjaan sebagai freelancer sekarang banyak jadi pilihan orang Indonesia. Menurut Sribu Corner sebanyak 47% freelancer memilih pekerjaan ini karena waktu yang fleksibel. Sebab seorang freelancer bebas menentukan waktu dan tempat kerja sesuai yang mereka mau. Bahkan Forbes menyatakan kalau di tahun 2030 nanti generasi Milenial nggak lagi betah sama sistem kerja 9 - 5.

 

Bagi perusahaan, keberadaan freelancer membantu mengisi posisi kerja yang dibutuhkan untuk jangka waktu yang lebih pendek dan penghematan anggaran. Mempekerjakan freelance sebenarnya juga cukup tricky. Tapi Anda tidak perlu khawatir, berikut TopKarir rangkum strategi mempekerjakan karyawan freelance di sebuah  perusahaan.

 

Background checking

Background checking juga wajib dilakukan pada calon pekerja freelance sama seperti karyawan tetap. Terlebih resiko mempekerjakan karyawan freelance juga lebih besar seperti sulit mengontrol progres dan komunikasi, bisa saja pekerja freelance yang Anda rekrut susah dihubungi. Anda harus teliti melihat identitas dan rekam perjalanan karirnya.

 

Kontrak kerja yang jelas

Pastikan juga dalam kontrak freelance aturan bahwa semua produk atau hasil kerja yang dibuat akan sepenuhnya menjadi milik perusahaan. Dan pekerja freelance tidak diizinkan untuk mengambil keuntungan material dari hasil produk tersebut. Jangan lupa membuat kesepakatan dengan tanda tangan kontrak non-disclosure / perjanjian kerahasiaan untuk menjaga informasi dan data rahasia perusahaan.

 

Perhitungan gaji

Menentukan upah untuk pekerja lepas sudah diatur dalam Pasal 13 Ayat (2) PP Pengupahan No 78 tahun 2015 yang menjelaskan bahwa :

  1. Upah sebulan dibagi 25 bagi perusahaan dengan sistem waktu kerja 6 hari seminggu
  2. Upah sebulan dibagi 21 bagi perusahaan dengan sistem waktu kerja 5 hari seminggu

Jika perusahaan Anda memberikan gaji terendah Rp 4.000.000 selama sebulan dan menetapkan sistem 6 hari kerja artinya seorang freelancer yang bekerja di perusahaan Anda mendapat hak gaji sebesar 4.000.000 : 25 = Rp 160.000 per hari. Kalau ia bekerja selama 10 hari dalam satu bulan artinya freelancer mendapat upah 1.600.000 per bulannya.

 

Rutin Komunikasi dan Evaluasi

Meskipun seorang freelancer sudah memahami tugas, wewenang, dan tanggung jawab pekerjaanya bukan berarti anda bisa lepas tangan dan membiarkannya  bebas. Sebaiknya Anda melakukan komunikasi rutin baik harian atau mingguan sesuai kebutuhan. Komunikasi ini dimaksudkan untuk mengecek pekerjaan atau berbagi pendapat tentang pekerjaan yang sedang dilakukan. Selain itu evaluasi juga penting dilakukan agar freelancer tahu bagaimana cara kerja yang harus dipertahankan dan mana yang butuh perbaikan.

 

Terbuka dan bangun hubungan yang baik

Meski bekerja tidak satu lokasi bukan berarti perusahaan Anda bersikap tertutup bagi para freelancer. Seorang freelancer berhak mendapat update informasi tentang pencapaian atau kemunduran perusahaan. Dengan sifat transparan, freelancer akan merasa jadi bagian dari perusahaan dan hal ini juga berpengaruh pada hasil kontribusi dan kinerja yang ia lakukan. Jangan ragu untuk mengundang karyawan freelance untuk ikut serta dalam acara-acara kantor, kedekatan yang terjalin akan memudahkan Anda ketika perusahaan membutuhkan kontribusinya lagi.

 

Itu tadi 5 strategi mempekerjakan karyawan freelance untuk perusahaanmu. Temukan kandidat muda terbaik untuk bergabung di perusahaan Anda bersama TopKarir, hubungi kami di sini  Tips-tips karir lainnya seputar HR bisa Anda temukan di Ruang HR TopKarir.

Artikel Terkait
Lihat Selengkapnya
Belum Bekerja, Jadi Freelancer Juga Menghasilkan

Belum Bekerja, Jadi Freelancer Juga Menghasilkan

Menurut catatan Badan Pusat Statistik Republik Indonesia saat ini tingkat pengangguran menyentuh angka 7,02 Juta orang dimana untuk saat ini posisi lulusan baru atau fresh graduated tingkat Strata 1 berada di peringkat keempah  dengan mencatat adanya 750 ribu fresh graduated per tahunnya. Hal tersebut tentunya sangat miris untuk seorang lulusan Strata 1 hanya berdiam diri tanpa menyalurkan keahlian dan ilmu yang diperoleh semasa bangku kuliah.   Banyak yang beranggapan bekerja itu harus menjalani rutinitas office hours. Di era economic sharing seperti ini seharusnya kamu sebagai fresh graduated mampu untuk menghasilkan uang tanpa harus meminta orang tua atau bekerja dalam masa office hours. Office hours work memang sangat perlu untuk kamu karena kamu akan banyak belajar hal baru, akan tetapi biasanya memerlukan proses yang cukup lama dan dapat membuat kemampuan daya pikir kamu menurun. Untuk itu kamu perlu memahami betapa bergunanya menjadi seorang freelancer sebelum menjadi karyawan office hours.   Menambah Skill Untuk Memperkaya CV Kamu   Saat ini sudah banyak iklan mengenai lamaran pekerjaan freelancer baik melalui sosial media maupun platform pencari pekerja lepas. Dimulai dari iklan tersebut kamu bisa mencoba untuk melamar dan membuktikan skill yang kamu miliki. Gunanya adalah untuk memperkaya CV kamu dan juga sebagai portfolio. Seperti yang dikatakan oleh Batara Surya, seorang freelancer komersial fotografer  mengaku bahwa menjadi freelancer itu mampu menambah skill secara bertahap dan banyak belajar dari kritik dan saran dari klien pengguna jasa.   Memperkaya Koneksi Dalam Dunia Kerja   Memperkaya koneksi dalam dunia kerja itu adalah salah satu hal yang patut kamu syukuri saat menjadi seorang freelancer. Pasalnya kita akan bertemu dengan banyak client baru. Mungkin di bulan ini kamu bisa mengerjakan project pemerintah dan di bulan yang akan datang kamu bisa mendapatkan perusahaan besar yang kamu idolakan.   Memperkaya Pengetahuan Baru   Sebagai pekerja lepas tentunya kita akan selalu belajar tentang hal baru. Hal ini sudah menjadi fakta bukan sekedar imajiner semata. Seperti dikutip dari pernyataan Azhari Hidayatsyah, Digital Marketer mengklaim bahwa dirinya selalu mendapatkan hal yang baru mulai dari  membahas politik hingga fashion.   Dari Freelancer Menjadi Karyawan Tetap   Fenomena pekerja lepas menjadi karyawan tetap bukanlah sebuah isapan jempol semata. Hal ini sudah terbukti nyata dikarenakan dengan adanya etika kerja yang baik. Perlu diingat mengerjakan setiap project  harus didasari dengan komitmen yang tinggi dan hasil yang maksimal. Dengan komitmen yang tinggi biasanya, perusahaan yang mengajak untuk bekerja freelance akan memberikan penawaran menarik yang berupa untuk bergabung menjadi karyawan tetap.   Jadi masih berpikir untuk selalu jadi freshgraduated “pengangguran”?  
Komentar