Pencari Karir Pencari Kandidat

Kerja dan Puasa Tetap Berenergi, Gunakan Metode Ini

15 April 2021 09:04 2389 KALI DIBACA 0 KOMENTAR 0 KALI DIBAGIKAN

Harus kerja sambil puasa mungkin bikin kamu kekurangan semangat ya, apalagi di awal-awal bulan ramadan, dimana tubuh harus kembali menyesuaikan diri.

 

Sebagian dari kamu ada yang bekerja di kantor tapi ada juga yang masih kerja di rumah. Kalau kerja di rumah tantangannya harus bisa manage diri sendiri dan menghindari rasa bosan. Sedangkan kerja di kantor terlebih di ruangan ber-ac yang dingin bikin perut jadi lebih cepat lapar.

 

Biar kerja dan puasa bisa berjalan seirama dan energi tetap terisi, TopKarir punya beberapa tips yang bisa kamu ikuti, yuk disimak.

Jam tidur yang cukup

Supaya kerjaan nggak keganggu sama rasa ngantuk, yang pasti jam tidur malammu harus cukup. Biasakan dan atur jadwal tidur lebih awal, karena paginya kamu harus mempersiapkan santap sahur.

 

Manusia membutuhkan waktu tidur 7-9 jam, jadi pastikan waktu tidurmu cukup agar kamu siap beraktivitas penuh energi dari pagi sampai pulang kerja.

 

Jangan lewatkan makan sahur

Karena terbiasa bangun lebih siang, biasanya ada aja kejadian sahur yang kelewatan selama bulan ramadan. Sama halnya dengan sarapan pagi, makan sahur penting untuk menjaga energi tubuhmu biar semangat seharian beraktivitas.

 

Pastikan santap makanan yang mengenyangkan, imbangi dengan buah/sayur dan vitamin lebih baik. Selain sebagai sumber energi, makan sahur juga dinilai sebagai ibadah sunnah yang mendatangkan pahala.

 

Penuhi asupan air putih saat berbuka dan sahur

Air adalah komponen yang mendominasi tubuh manusia. Dalam tubuh manusia dewasa, 50-60 persen dari berat tubuhnya adalah air. Jadi tau kan asupan air yang cukup untuk tubuh itu penting.

 

Dua liter per hari merupakan acuan global yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh manusia. Menurut para ahli, air sebanyak dua liter sudah cukup agar tubuhmu bisa terbebas dari dehidrasi dan aman untuk berkegiatan fisik sehari-hari.

 

Jaga interaksi dengan teman & rekan kerjamu

Kerja sendirian dan kurang interaksi dengan orang lain membuatmu cepat merasa bosan, sehingga waktu jadi terasa lebih lama. Yang ada kamu jadi lebih sering lihat jam terus.

 

Coba deh, manfaatkan waktu istirahat dengan berbincang ringan bareng teman-temanmu. Selain membawa suasana jadi lebih hidup dan segar, kamu juga bisa dapetin ide/pandangan baru yang berguna buat menunjang pekerjaanmu.

 

Tunaikan ibadah sunnah dan wajib

Jangan tinggalkan ibadah 5 waktumu, karena apalah artinya bekerja di dunia tanpa mengutamakan kepentingan akhirat. Selain hati yang lebih tenang, membasuh muka dengan air wudhu juga membantu terhindar dari kantuk di siang hari.

 

Jika dilakukan dengan niat yang baik, semua kegiatanmu mulai dari bekerja, ibadah wajib, dan sunnah akan membawa banyak keberkahan di bulan ramadan.


Itu tadi tips bekerja selama bulan puasa agar tubuh tetap berenergi sampai tibanya waktu berbuka. Yuk temukan tips-tips dan informasi karir lainnya di aplikasi TopKarir. Download aplikasinya gratis di Play Store dan App Store!

Artikel Terkait
Lihat Selengkapnya
Saatnya #MulaiLagi, Ini Tips Sukses Wawancara Kerja Usai Terkena PHK

Saatnya #MulaiLagi, Ini Tips Sukses Wawancara Kerja Usai Terkena PHK

Pandemi covid-19 memakan banyak korban PHK, perusahaan yang tidak bisa mempertahankan cashflow, terpaksa harus mengurangi jumlah karyawannya. Sebagai pekerja yang terkena PHK, tentu kondisi ini sangat memberatkan, apalagi untuk mereka yang mengandalkan penghasilannya hanya dari satu pekerjaan.   Buat kamu yang terkena PHK, kesempatan untuk kembali bangkit berkarir masih terbuka lebar, terlebih di era new normal. Sudah banyak perusahaan yang membuka program rekrutmen. Saatnya mempersiapkan diri untuk berjuang di tengah persaingan kerja yang lebih ketat. Termasuk mempersiapkan proses wawancara ketika lolos seleksi berkas. Meski sudah punya pengalaman profesional, bukan berarti tahap wawancara dilakukan tanpa persiapan. Kamu harus melatih mental untuk menceritakan kondisi dan tantangan yang kamu lalui usai terkena PHK.   Untuk membantu kamu melewati tahap interview dengan lancar, TopKarir bagi tips suksesnya di bawah ini.    Pastikan emosi kamu sudah stabil Menerima fakta kalau harus kehilangan pekerjaan yang selama ini dijalani memang bukan hal yang mudah. Karena itu, langkah pertama yang perlu kamu lakukan setelah di-PHK dan sebelum memutuskan untuk kembali mencari pekerjaan adalah memastikan emosi kamu sudah stabil.   Menjalani tahap wawancara dengan kepala dingin dan hati yang tenang akan membuat kamu lebih lancar menjawab pertanyaan nantinya. Pastikan kamu sudah menenangkan diri sebelum memulai interview, atau bahkan sebelum memutuskan untuk kembali mencari pekerjaan. Tegakkan kepalamu dan kembalilah dengan lebih percaya diri   Ceritakan alasan berhenti dari pekerjaan sebelumnya dengan jujur Saat sesi wawancara, biasanya pewawancara akan melihat jejak pekerjaan kita terlebih dulu dan bertanya apa alasan kamu berhenti dari pekerjaan terakhir. Nah, untuk pertanyaan ini kamu harus menjawab dengan jujur bahwa kamu di-PHK. Ceritakan secara singkat kalau kamu menjadi salah satu karyawan yang terkena dampak akibat krisis pandemi Covid-19.   Saat bercerita, jangan pernah menyinggung atau menjelekkan perusahaan lama tempatmu bekerja. Cukup jelaskan secara singkat, padat, diplomatis dan profesional. Kejujuran kamu bisa menjadi poin positif yang menguntungkan kamu pada sesi wawancara.   Ceritakan apa pelajaran yang membuatmu jadi lebih baik Setelah menceritakan dengan jujur apa yang membuatmu berhenti dari pekerjaan sebelumnya, selanjutnya jelaskan apa saja yang kamu pelajari dari pengalaman di-PHK, usaha apa yang kamu lakukan untuk terus berkembang dan belajar dari kegagalan.   Jelaskan pada interviewer bahwa pengalaman tersebut berdampak positif dan menjadikan kamu pribadi yang lebih baik. Misalnya kamu jadi punya waktu untuk mengikuti pelatihan online demi menambah skill dan kompetensi yang dimiliki. Selanjutnya, ceritakan kelebihan yang kamu miliki dalam berkarir.   Tunjukkan keunggulanmu dan yakinkan kalau kamu kandidat yang tepat untuk dipilih Supaya wawancaramu bisa mendapat hasil yang baik, rangkum hal-hal yang menurutmu bisa meyakinkan pewawancara bahwa kamu pantas dan berkompeten untuk menduduki posisi yang ditawarkan. Tunjukkan ketertarikanmu pada perusahaan, produk dan posisi kerja yang kamu lamar.   Perlihatkan attitude yang positif dan berikan kesan yang baik bahkan setelah sesi wawancara berakhir dengan mengucapkan terima kasih melalui email atas kesempatan wawancara yang sudah diberikan.   Itu tadi beberapa tips melakukan wawancara kerja selepas di-PHK. Menambah skill dan keterampilan menjadi sebuah keharusan untuk bisa menembus ketatnya persaingan kerja di era New Normal. Dengan memanfaatkan platform digital kita sudah bisa belajar dan mengikuti beragam pelatihan, seperti di TopEdu. Kamu bisa menemukan materi pelatihan bersertifikasi yang disampaikan langsung oleh tutor-tutor profesional dan berpengalaman. Sertifikat yang kamu dapat akan langsung terkoneksi dengan CV kamu di akun TopKarir, jadi daya tarik lebih di mata perusahaan. Yuk, mulai pelatihanmu di TopEdu sekarang!  
Komentar