Pencari Karir Pencari Kandidat

Hasilkan Uang Lewat Kerajinan dari Barang Bekas? Ini Idenya

13 April 2021 11:04 3132 KALI DIBACA 0 KOMENTAR 1 KALI DIBAGIKAN

 

Buat kamu yang hobi membuat kerajinan dari barang bekas, ternyata kebiasaan ini bisa mendatangkan uang tambahan, lho. Kamu bisa memanfaatkan barang bekas untuk diubah menjadi barang baru yang bisa dijual dengan harga tinggi.

 

Selain bernilai ekonomis, kerajinan dari barang bekas tersebut juga bermanfaat untuk menjaga lingkungan. Untuk itu, selama di rumah saja, yuk coba membuat kerajinan tangan dengan ide sebagai berikut.

 

Lampu Hias Dari Kaleng Bekas

 

Kaleng bekas bisa jadi salah satu bahan untuk dibuat kerajinan dan hiasan yang bernilai ekonomis tinggi. Selain memiliki nilai seni yang unik, membuat lampu hias dengan kaleng bekas juga memiliki banyak daya tarik khas lainnya.

 

Kamu bisa mengumpulkan sisa kaleng bekas susu, cat atau lem dan makanan kaleng lain untuk dijadikan lampu. Kemudian, kamu bisa hias kaleng bekas tersebut dengan cat air atau tinta berwarna lainnya untuk menarik perhatian pembeli.

 

Baca juga: Tips Bisnis Dengan Modal Minim

 

Pot Bunga Dari Ban Bekas

 

Siapa sangka, ban bekas yang kerap dibuang di tempat barang rongsokan bisa bernilai tinggi jika didaur ulang? Ya, kreativitas membuat kerajinan dengan ban bekas memang sudah banyak dikenal di masyarakat.

 

Salah satunya, memanfaatkan ban bekas menjadi pot bunga cantik yang unik. Kamu hanya perlu memberi warna pada ban bekas tersebut kemudian menambahkan alas di bawahnya untuk selanjutnya siap dimasukkan tanah sebagai pot bunga. 

 

Lampu Gantung Dari Sedotan Plastik

 

Satu lagi kerajinan barang bekas yang tak kalah unik yaitu membuat lampu gantung dari sedotan plastik. Selain bernilai ekonomis tinggi, hiasan yang satu ini juga baik untuk lingkungan karena membantu mengurangi sampah plastik. 

 

Cara membuatnya sama saja dengan lampu gantung pada umumnya, namun, hanya menambahkan sedotan plastik yang telah dibentuk menjadi berbagai pola sebagai hiasan. Kamu bisa menjual kerajinan tangan ini di toko online dengan harga yang lumayan tinggi, lho.

 

Baca juga: Pentingnya Memanfaatkan Data untuk Inovasi Produk

 

Jam Dinding Dari Kardus

 

Kardus yang bisa menjadi sampah rupanya dapat bernilai ekonomis jika dimanfaatkan sebagai hiasan dingin. Salah satunya yaitu untuk membuat jam dinding. Selain lebih unik, membuat jam dinding dari kardus juga memiliki nilai seni yang tinggi. Kamu bisa membuat jam dinding menjadi lebih eksotik dengan bahan kardus bekas beraneka warna.

 

Keranjang Belanjaan Dari Kaos Bekas

 

Punya banyak kaos bekas yang menumpuk di lemari? Daripada menjadi sampah, lebih baik kamu manfaatnya untuk membuat kantong belanjaan. Ya, kamu bisa menjual kantong belanjaan dari kaos ini di toko online. Selain bahan dan cara pembuatannya yang mudah, membuat keranjang belanjaan dari kaos bekas tentu tak akan membutuhkan banyak modal. Ini bisa jadi contoh bisnis rumahan yang pas untuk kamu selama di rumah saja, bukan?

 

Baca juga: Influencer Sebagai Strategi Pengembangan Bisnis

 

Rak Buku Dari Box Makanan atau Minuman

 

Jika punya bekas box makanan dan minuman yang menumpuk di rumah, kamu bisa mengubah barang-barang tersebut menjadi barang baru yang bernilai ekonomi. Salah satu contohnya seperti membuat rak buku dari box makanan atau minuman seperti gambar.

 

Selain tak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk modal, cara pembuatan rak buku dari barang bekas box minuman juga cukup mudah. Kamu hanya perlu memotongnya dalam ukuran dan pola tertentu untuk selanjutnya dihias.

 

Kantong casan smartphone dari botol shampo bekas

 

Satu lagi kerajinan dari barang bekas yang bisa kamu buat untuk menambah pemasukan, yaitu membuat kantung casan smartphone dari botol shampo seperti gambar di atas. Cara membuatnya juga terbilang mudah, yakni hanya perlu memotong botol plastik tersebut menyerupai kantong untuk smartphone. 

 

Selain ide untuk memulai bisnis, yuk simak tips karir selengkapnya di sini. Jangan lupa download aplikasi TopKarir sekarang dan  mendapatkan info lowongan keja terbaru, info magang, tips karir, Topkarir Klinik, Pelatihan online Topedu, dan sebagainya.

Artikel Terkait
Lihat Selengkapnya
Memulai Minggu Pertama di Tempat Kerja, 7 Hal Ini Harus Kamu Hindari

Memulai Minggu Pertama di Tempat Kerja, 7 Hal Ini Harus Kamu Hindari

Rasanya dapet pekerjaan pertama pasti sangat bahagia, akhirnya setelah lulus dan ngelamar sana-sini punya kegiatan yang menghasilkan untuk bekal masa depan nanti. Hari pertama kerja jadi hari yang ditunggu-tunggu, hari itu kamu lebih semangat dan berenergi. Tapi bekerja untuk pertama kali pasti punya tantangan tersendiri, kesalahan yang bisa saja terjadi. Ya namanya juga belum punya pengalaman, maklum masih banyak kesalahan. Tapi 7 hal ini harus benar-benar kamu hindari selama minggu pertama di tempat kerja biar jadi awal yang baik untuk karir kamu kedepannya.   Terlalu sering bertanya Emang sih kita harus berani bertanya kalau kita nggak tau supaya benar-benar ngerti. Tapi ada baiknya kamu mencoba mencari tau dulu sendiri. Atasan dan tim mu juga punya tugas yang harus diselesaikan. Kalau waktu mereka hanya digunakan untuk menjawab semua pertanyaan yang kamu ajukan tentu akan menghambat pekerjaan.   Meminta bantuan setiap ada kesulitan Nah, hal fatal lainnya yang harus kamu hindari adalah dikit-dikit minta bantuan kalau ada kesulitan. Coba dulu deh kerjakan tugas dan pecahkan sendiri masalah yang kamu hadapi, jika benar-benar  buntu dan stuck baru meminta sedikit bantuan dan arahan. Jangan meminta atasan dan tim mu mengerjakan semuanya, mintalah masukan untuk mencari jalan keluar dari masalahmu.   Berkata “tidak bisa” jika disuruh mengerjakan tugas baru Atasanmu nggak akan tega ngasih tugas yang sangat bertolak belakang dengan posisimu apalagi yang mustahil kamu lakuin. Jika diberikan tugas yang sedikit berbeda dari keahlianmu, jangan pernah berkata “nggak bisa” ya, terlebih kalau kamu belum sama sekali mencobanya. Bilang aja “saya coba dulu ya, mohon arahannya” dengan begitu kamu membuka diri untuk belajar, siapa tau tugas itu malah jadi sesuatu yang kamu suka.   Datang nggak tepat waktu Setiap perusahaan punya peraturan jam kerjanya sendiri-sendiri biasanya pukul 9 pagi sampai 5 sore. Jika di minggu pertama kamu sudah banyak telat, kamu akan dinilai kurang disiplin. Berikan kesan yang baik di minggu pertama dan seterusnya selama kamu bekerja, hal ini akan jadi nilai plus ketika ada evaluasi kinerja nantinya.   Menutup diri untuk berinteraksi Bagaimanapun juga kamu kerja nggak sendirian, setiap karyawan saling membutuhkan untuk mencapai tujuan perusahaan. Jangan malu memulai percakapan untuk membangun keakraban dengan karyawan lain ya. Hal ini juga akan memudahkan kamu kalau seketika butuh bantuan.   Sibuk sama gadget sendiri Minggu pertama kerja adalah waktu berharga menanamkan kesan baik di perusahaan. Keseringan ngurus urusan pribadi dan buka gadget akan dinilai nggak profesional. Kalau ada waktu luang atau nggak ada kerjaan, ada baiknya coba tanyakan anggota tim mu adakah yang butuh bantuan, atau adakah tugas lain yang bisa dikerjakan. Bukan buat cari muka ya, hal ini menunjukkan kesungguhanmu untuk berkontribusi dengan perusahaan.   Tidak terbuka dengan masukan dan kritik Hal terakhir yang harus kamu hindari di minggu pertama kerja adalah bersikap tertutup pada masukan. Mungkin kita punya pandangan dan idealisme yang tinggi, tapi ketika sudah terjun ke dunia kerja sifat itu harus dikurangi. Terimalah semua masukan yang datang dari atasan / manager-mu, jadikan itu pembelajaran untuk meningkatkan kinerjamu. Kalau punya pendapat, berikan alasan yang masuk akal dan referensi yang aktual, tapi ingat ya jangan memaksakan kehendak pribadi.   Itu tadi 7 kesalahan yang harus kamu hindari di minggu pertama kerja. Sebenarnya nggak cuma seminggu aja kamu menerapkannya, tapi di setiap perjalanan karirmu hal-hal yang bisa menghambat dari dalam maupun luar diri harus dibuang jauh-jauh. Cari tau informasi dan tips-tips karir lainnya di aplikasi TopKarir. Yuk download aplikasinya di App Store dan Play Store kamu sekarang ya!
Komentar