Pencari Karir Pencari Kandidat

Apa itu Outsourcing dan Apa Manfaatnya Untuk Perusahaan

18 Juni 2021 07:06 3964 KALI DIBACA 0 KOMENTAR 3 KALI DIBAGIKAN

Perkembangan dunia bisnis dan dunia industri bergerak ke arah yang sangat penting. Semakin banyak perusahaan dan peluang kerja berkembang, memberikan banyak peluang kerja bagi angkatan kerja. Namun, perekrutan tenaga kerja dalam jumlah besar menemui kesulitan.

 

Apa itu outsourcing? Kata ini menjadi bagian yang tidak asing lagi dalam urusan bisnis. Suatu sistem kerja yang sudah ada sejak lama. Untuk tahu info lebih lanjut mengenai apa itu outsourcing simak artikel dibawah ini.

 

1. Definisi outsourcing

Outsourcing terjadi ketika bisnis membayar pemasok luar untuk menyediakan barang dan jasa, daripada melakukan pekerjaan sendiri. Praktik ini dimulai pada 1970-an dan menjadi populer pada 1990-an sebagai cara bagi perusahaan untuk mengurangi struktur biaya internal mereka.

 

Pasar outsourcing global berjumlah $ 88,9 miliar pada 2015, turun jauh dari $ 104,6 miliar yang dihabiskan pada 2014, menurut Statista.

 

India, Cina, dan Malaysia adalah tiga negara teratas tempat perusahaan melakukan outsourcing. Outsourcing merujuk pada pekerjaan yang dilakukan oleh non-karyawan di bisnis Anda.

 

Mungkin layanan yang paling sering dialihdayakan pada tahun 2010-an adalah layanan pelanggan telepon, yang oleh perusahaan besar dialihdayakan ke perusahaan-perusahaan di India.

 

Hal ini dikarenakan biayanya hanya sebagian kecil dari biaya yang dikenakan oleh perusahaan-perusahaan Amerika. Tetapi outsourcing juga dapat terjadi dalam skala yang lebih kecil.

 

Anda tidak ingin mempekerjakan manajer hubungan masyarakat (PR) penuh waktu? Serahkan pekerjaan PR Anda ke kontraktor independen atau perusahaan PR yang dibayar berdasarkan pekerjaan yang diselesaikan.

 

Tidak ingin meminta karyawan melakukan pengiriman ke pelanggan? Sewa perusahaan pengiriman lokal untuk melakukannya untuk Anda.

 

Dalam skala yang lebih besar, seorang desainer gaun mungkin melakukan outsourcing untuk membuat sabuk ke perusahaan yang berspesialisasi dalam kulit. Produsen elektronik mungkin melakukan outsourcing perakitan beberapa bagiannya ke perusahaan lain.

 

2. Manfaat outsourcing

Kasus bisnis untuk outsourcing bervariasi menurut situasinya, tetapi manfaat dari outsourcing sering kali mencakup satu atau beberapa hal berikut:

  • Biaya yang lebih rendah (karena skala ekonomi atau tingkat tenaga kerja yang lebih rendah)
  • Peningkatan efisiensi
  • Kapasitas variabel
  • Peningkatan fokus pada strategi / kompetensi inti
  • Akses ke keterampilan atau sumber daya
  • Peningkatan fleksibilitas untuk memenuhi perubahan bisnis dan kondisi komersial
  • Mempercepat waktu ke market
  • Menurunkan investasi berkelanjutan dalam infrastruktur internal
  • Akses ke inovasi, kekayaan intelektual, dan kepemimpinan pemikiran
  • Kemungkinan arus kas masuk akibat pengalihan aset ke penyedia baru

 

3. Risiko outsourcing

Beberapa risiko outsourcing meliputi:

  • Waktu penyelesaian yang lebih lambat
  • Kurangnya pengetahuan bisnis atau domain
  • Hambatan bahasa dan budaya
  • Perbedaan zona waktu
  • Kurangnya kontrol

 

Temukan kandidat berkualitas untuk menjadi bagian dari perusahaan Anda di TopKarir. Informasi lebih lanjut hubungi kami di ayunda.pratami@topkarir.com. Tips-tips karir seputar HR lainnya bisa Anda temukan di Ruang HR TopKarir.


Artikel Terkait
Lihat Selengkapnya
5 Profesi Kerja Untuk Lulusan Kesehatan Masyarakat

5 Profesi Kerja Untuk Lulusan Kesehatan Masyarakat

Menjadi seorang sarjana kesehatan masyarakat saat ini mungkin bukanlah pilihan bagi para angkatan muda di Indonesia. Alasannya tentu saja karena ilmu kesehatan masyarakat disini masih terbilang belum cukup populer. Nah tapi prospek dari jurusan ini juga sangat bagus lho, mau tau apa saja? Yuk simak ulasannya berikut ini ya!   Administrator Layanan Kesehatan Masyarakat Prospek kerja kesehatan masyarakat sebagai Healthcare Administrator bisa kamu temui di rumah sakit, layanan ambulance, dan institusi pemerintah. Tugasnya yang utama adalah untuk memastikan layanan kesehatan yang disediakan oleh tenaga medis dan petugas sudah efektif dan berkualitas.   Gizi Kesehatan Masyarakat Kalau kamu masih tidak menginginkan dunia klinis, kamu bisa juga lho bekerja sebagai quality control di suatu perusahaan makanan maupun minuman. Bila dokter spesialis gizi kebanyakan menangani orang lain dengan masalah gizinya, maka ahli gizi bertugas untuk misalnya manajemen produk makanan di suatu perusahaan ataupun rumah sakit.   Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Prospek kerja kesehatan masyarakat yang satu ini memang sedikit lebih kompleks dan sifatnya teknis. Tugasnya untuk mendesain sistem dan prosedur agar pekerja terhindar dari penyakit ataupun kejadian bencana selama bekerja.   Epidemiologist Ini salah satu cabang di bidang kesehatan yang berhubungan dengan insiden, penyebaran, dan pengendalian penyakit pada populasi. Profesi ini menuntut keahlian dalam menghasilkan demografi yang akurat, nantinya digunakan untuk meminimalisir resiko atas keadaan dunia kesehatan masyarakat.   Biostatistician Prospek kerja kesehatan masyarakat sebagai Biostatistician nantinya akan berkaitan dengan desain cara mengumpulkan data lapangan, lalu menganalisanya untuk kegiatan pengembangan di bidang kesehatan. Bagi kamu yang suka dengan kerja di laboratorium, menyiapkan waktu panjang untuk proses analisa, maka prospek kerja kesehatan masyarakat ini cocok buat kamu. Itulah beberapa prospek kerja kesehatan masyarakat yang bisa kamu lakukan. Yuk temukan tips karir lainnya di aplikasi TopKarir & download aplikasinya ya! 
Komentar